Selasa, 17 November 2009

LAGI-LAGI HEBOH 2012


Beberapa hari kebelakang, MUI Malang mengecam beredarnya film 2012 dengan alasan haram hukumnya memvisualisasikan kiamat dan menganggap bahwa film tersebut tidak memberikan manfaat apapun bai umat Islam karena apa yang ada dalam tayangan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Sejak kapan ulama perhatian terhadapa materi yang ditayangkan film di Indonesia. Dan berapa ratus film beredar di Indonesia yang materi dan jalan ceritanya tidak bertentangan dengan ajaran Islam? Toh selama ini film yang serupa, yang menceritakan tentang akhir kehidupan di muka bumi ini, telah banyak dirilis dan tayangkan dalam film-film yang serupa. Dimana MUI saat itu?
Tapi terlepas dari semua itu, sebenarnya yang menjadi alasan MUI Malang mempermasalahkan film itu karena ada tayangan dimana Masjidil Haram menjadi salah satu tempat yang terkena dampak bencana global yang ditampilkan secara spektakuler di film tersebut. Seandainya tidak ada gambar itu, mungkin MUI tidak akan mempermasalahkannya.
Alasan lainnya adalah adanya kekhawatiran dari para ulama, masyarakat Indonesia akan terprovokasi dan tersugesti untuk mempercayai kejadian yang akan terjadi tanggal 21 Desember 2012 tersebut dan menggoyahkan iman, khususnya dalam Islam yang menyatakan bahwa tidak ada orang yang tahu kapan kiamat itu akan datang.
Namun terlepas dari itu semua, hipotesis yang diajukan dalam berbagai buku tentang 2012 sama sekali tidak berbicara masalah kiamat alam semesta, namun hanya sekedar berbicara akan ada bencana global kataklismik yang akan memakan korban sangat besar. Jadi sama sekali 2012 tidak ada yang meramalkan ada kiamat global yang ditandai dengan musnahnya aalm semesta, namun lebih membicarakan bencana di bumi yang disebabkan oleh pengaruh benda langit lain.

MENGAPA HEBOH?
Ada beberapa perbedaan isu yang berkembang pada ramalan kali ini dibandingkan dengan isu-isu sebelumnya. Beberapa film atau isu tentang kiamat sebelumnya selalu berdasarkan karangan atau fantasi dari penulis yang disandarkan pada pengetahuan yang berkembang saat ini. bahkan ada ramalan yang tidak dilandasi oleh ilmu pengetahuan sama sekali namun hanya berlandaskan pada doktrin dan keyakinan pada pemuka agama atau sekte tertentu.
Namun untuk ramalan kali ini, manusia di dunia meresponnya dengan agak serius karena beberapa faktor :
Pertama, Hipotesis ini merupakan kesimpulan dari para pakar yang memiliki integritas dan kemampuan dibidang masing-masing. Hal ini membedakan dengan ramalan-ramalan sebelumnya yang menyandarkan pada intuisi, keyakinan dan perkiraan dari orang yang disebut sebagai peramal, dukun, ahli nujum atau cenayang. Beberapa tokoh yang mengungkapkan fenomena ini diantaranya adalah Prof. Zecharia Sitchin, seorang ahli arkeostronomi, Burak Eldem seorang penulis berkebangsaan Turki, ilmuwan Jules Oppert, Georg Feuerstein, Shubash Kak dan lainnya. Para ahli ini membuat hipotesa ini kemudian dianggap sebagai sebuah “kebenaran” yang pembuktiannya hanya tinggal menunggu waktu.
Kedua, Landasan ramalan ini adalah ilmiah dan berdasarkan ilmu bernama Arkeostronomi. Sebuah ilmu baru yang menggabungkan ilmu arkeologi dan astronomi. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda purbakala sebagai hasil dari peradaban atau budaya masa lalu. Astronomi adalah ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit dan fenomenanya. Jadi arkeostronomi adalah ilmu yang mempelajari peninggalan-peninggalan masa lalu berupa mitos, legenda, kepercayaan dan pandangan kebuadayaan kuno dan berhubungan dengan menggunakan pengamatan peradaban masa lalu dalam mengamati bintang untuk membaca fenomena dunia dan pengaruhnya terhadap kehidupan di bumi. Arkeostronomi memiliki tujuan untuk :
1. Mengetahui lebih jauh mengenai bangunan dan pembangunan monumen-monumen megalitik yang diduga memiliki fungsi astronomis ( Stonehenge, piramida kuil matahari, Big horn medicine).
2. Mempelajari huruf-huruf kuno yang memiliki maksud astronomis (Figur simbolis atau piktogram).
3. Dimanfaatkan untuk mendokumentasikan peristiwa-peristiwa alam semesta yang terjadi di masa lalu.
Ketiga, Untuk sampai pada hipotesis akan terjadinya bencana 2012 juga lebih berdasarkan kepada intrepretasi dari kalender bangsa Maya. Interpretasi kalender Maya ini dikemukakan oleh Burak Eldem dengan mengeluarkan buku berjudul “The Marduk Connection” dan “2012” yang mengemukakan hipotesis periode siklus orbit yang tepat untuk palnet Nibiru ini adalah 3.661 tahun dan periode berikutnya adalah tibanya planet Nibiru ke tata surya kita tahun 2012. Hipotesis ini menggunakan kalender Maya dengan riset yang enyatakan bahwa Kalender Maya merupakan kalender dengan tingkat ketepatan paling akurat di dunia karena dibuat dengan acuan matahari, bulan dan Venus. Kalender Maya memiliki tenggang waktu akhir dengan penghujungnya tanggal 21 Desember 2012.

KESIMPULAN
Jadi, menontonlah dengan pikiran terbuka dan jangan terlalu memikirkan apa yang akan terjadi 2012! Toh film-film seperti itu telah banyak kita tonton dan tidak membuat kita menjadi gamang, takut atau panik. tontonlah seperti menonton film-film lainnya.
Selamat menonton!!!

Tidak ada komentar:

Laman