Minggu, 22 November 2009

BERPIKIR BENAR, BERPIKIR POSITIF


Pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat
kepribadian atau karakter. Ini juga berarti bahwa kita bisa menjadi pribadi
yang lebih matang, lebih berani menghadapi tantangan, dan melakukan hal-
hal yang hebat. Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena
keterbatasan atau kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan
membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari.

Pascal pernah mengutarakan kalimat-kalimat bijak, yang kira-kira
bunyinya seperti ini:
"Pikiran positif datang dari kepercayaan, pikiran negatif datang dari keragu-raguan; rasa takut yang benar adalah rasa takut yang digabungkan dengan harapan, karena itu lahir dari kepercayaan, serta kita berharap pada Tuhan yang kita yakini; sementara rasa takut yang salah digabungkan dengan keputusasaan, karena kita takut pada Tuhan; beberapa orang takut kehilangan-Nya, sementara yang lain takut mencarinya."

Jadi, kita tak perlu ragu-ragu akan kemampuan kita. Kita harus
percaya pada kemampuan kita. Harga diri yang kita miliki seharusnya bisa
membuat kita kuat dan terus bersikap positif. Kita juga seharusnya tak pantas
untuk menjadikan ‘membuat alasan’ sebagai kebiasaan kita. Sikap seperti ini
tak akan bisa membuat kita menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Sikap
seperti inilah yang akan membunuh ambisi, melemahkan kemauan, dan
membahayakan diri kita sendiri.
Orang-orang yang terus menerus dikelilingi oleh ketakutan tak tahu
betapa banyaknya pikiran-pikiran negatif yang mempengaruhi mereka tiap
harinya. Mereka membatasi diri mereka sendiri dengan sugesti bahwa
keterbatasan mereka menghalangi mereka untuk sukses, dan mereka juga
percaya bahwa diri mereka tidak berharga. Mereka tidak berpikir bagaimana
caranya agar sukses, tapi mereka justru berpikir bagaimana mereka bisa
gagal.

Pernahkan Anda mendengar tentang Washington Irving? Irving adalah
seorang sastrawan Amerika yang terkenal dengan karyanya yang berjudul
“The Legend of Sleepy Hollow”. Suatu ketika, Washington Irving pernah
diminta untuk memimpin suatu cara makan malam untuk kedatangan Charles
Dickens, namun dia merasa bimbang dan yakin bahwa dirinya tak akan
berhasil. Irving ditunjuk sebagai seorang pemimpin perjamuan, dan akhirnya
dia menerima tugas tersebut.

Tapi, Irving terus menerus mengatakan bahwa dia takut jika dia akan
gagal. Saat malam perjamuan tiba, Irving membuat pembukaan yang bagus,
tapi tiba-tiba dia berhenti dan menutup pembicaraannya. Ketika dia duduk,
dia berbisik pada teman di sebelahnya, "Sudah saya bilang, saya pasti gagal…
dan itu baru saja terjadi!"

Cara berpikir Irving tersebut adalah alasan mengapa ia gagal.
Seandainya ia berpikir bahwa dia pasti bisa, bukan pasti gagal, maka saya
yakin kejadiannya tidak akan seperti itu.

Dalam membangun kebiasaan berpikir positif — dengan hanya melihat
yang terbaik dalam diri Anda dan orang lain, percaya bahwa Anda mampu
melakukan hal-hal besar — perlu ditekankan bahwa pikiran kita memang
suatu hal yang akan menentukan keberhasilan kita. Apa yang Anda lakukan
kemarin menentukan diri Anda hari ini, dan apa yang Anda lakukan hari ini
akan menentukan jadi apa Anda besok.

Coba tanyakan pertanyaan berikut: Apakah Anda mendapat manfaat
dari berpikir negatif? Apakah Anda ingin memikirkan sesuatu yang akan
menghambat diri Anda untuk melakukan hal-hal hebat? Apakah Anda
menginginkan pikiran negatif yang pasti akan membawa ketidakpuasan,
kesedihan, dan kegagalan?

Jika Anda seperti saya, pasti jawaban Anda untuk semua pertanyaan
tersebut adalah ‘tidak’. Namun jika Anda tidak waspada, pikiran semacam itu
akan menyelundup masuk ke dalam kepala Anda. Cara yang terbaik untuk
mencegahnya adalah dengan terus mengisi pikiran Anda dengan pikiran
positif, dengan berpikir bahwa Anda adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang
hebat, yang punya kemungkinan tak terbatas, yang terus tumbuh baik secara
mental maupun spiritual, serta terus berjalan menuju keberhasilan.

Memang sulit untuk terus berpikir positif ketika keadaan kita
berlawanan dengan mimpi-mimpi kita. Namun, ketika kita membiasakan diri
untuk terus berpikir positif, maka kebiasaan tersebut akan menjadi suatu
daya tarik bagi kita. Pikiran baik kita lama kelamaan akan menjadi pikiran
besar, sehingga kita akan bisa melakukan hal-hal yang kelihatannya mustahil.


Dalam buku digitalnya yang berjudul ”Guaranteed Success Thinking”,
Jim Ewards mencontohkan bahwa kebiasaan berpikir kita bisa diibaratkan
dengan bagaimana kita merawat sebuah taman. Benih tanaman adalah
pikiran kita, dan bagaimana tukang kebun bekerja diibaratkan sebagai
tindakan kita.

Kita, sebagai tukang kebun, harus selalu merawat benih yang ditanam
dengan baik. Kita harus membersihkan taman dari kotoran, dan
menyingkirkan rerumputan liar yang tumbuh. Kasus ini sama seperti pikiran,
yaitu kita harus menyingkirkan hal-hal negatif yang ada dalam kepala kita.
Jika kita bisa terus menjaganya, maka suatu saat nanti kita pasti akan
mendapat hasil yang kita inginkan, yaitu bunga atau buah yang manis hasil
dari kerja keras kita.

Oleh karena itu, Anda tak boleh meremehkan pikiran yang ada dalam
kepala Anda sejak Anda bangun tidur. Pikiran positif ketika Anda mengawali
hari akan dapat mengubah rasa takut menjadi keberanian. Pikiran tersebut
dapat menggerakkan Anda untuk berbuat hal-hal besar.

Berpikir positif sangatlah penting diterapkan dalam hidup, karena
pikiran tersebut dapat mempengaruhi Anda untuk melakukan hal-hal yang
tepat. Ada banyak orang yang salah mengambil profesi atau bisnis karena
mereka tidak berpikir dengan matang dan positif. Mereka tidak bisa membuat
pilihan yang tepat bagi hidup mereka.

Sidney Smith pernah berkata:

"Jika kita mengibaratkan profesi dalam hidup sebagai lubang di sebuah
meja, ada yang bundar, kotak, dan bujur sangkar; dan manusia sebagai
potongan kayu yang bentuknya sesuai lubang tersebut, maka pada umumnya
kita menemukan bahwa orang-orang yang berbentuk segitiga masuk ke dalam
lubang yang kotak, yang bujur sangkar masuk ke lubang segitiga, sementara
yang kotak memaksa diri untuk masuk ke lubang yang bundar."

Kalimat Inspiratif

Untuk bisa terus berpikir positif, Anda bisa mencermati kutipan-
kutipan atau kalimat-kalimat bijak dan inspiratif dari orang-orang ternama
untuk menyegarkan pikiran Anda. Anda bisa melihatnya di situs-situs
semacam WikiQuote.org.

Contohnya:

"Mereka bisa menaklukkan apapun yang mereka percaya bisa taklukkan."
--John Dryden
"Pengetahuan menjadi pengetahuan sejati bila diperoleh dengan usaha
pemikiran, bukan ingatan. "
-- Leo Tolstoy

"Mereka yang tak tahu bagaimana melawan kekhawatiran akan mati muda. "
-- Alexis Carrel
" Jika Saya memberi Anda satu sen, maka Anda akan menjadi lebih kaya
satu sen, dan saya akan lebih miskin satu sen. Tapi jika saya memberi Anda
sebuah ide, Anda akan punya ide baru, tapi saya juga masih memilikinya. "
” " Orang yang bijaksana berbicara karena ada sesuatu yang harus ia
katakan, orang tolol berbicara karena ia harus mengatakan sesuatu. "”
-- Plato
"Harapan melihat yang tak terlihat mata, merasakan yang tak bisa diraba,
dan meraih hal yang tidak mungkin. "
-– Charles Caleb Colton

Kalimat-kalimat tersebut akan memberi Anda energi untuk melakukan
hal-hal besar. Pikiran Anda yang telah terisi dengan hal-hal positif semacam
itu juga akan bisa membangun karakter sekaligus mengubah nasib Anda.
Mengetahui bahwa pikiran kita punya andil besar dalam hidup kita, maka
sudah seharusnya kita tidak menyia-nyiakannya.


Fokus Pada Kelebihan

Orang yang berpikir positif akan mempunyai alasan untuk merasa
bangga pada diri mereka sendiri, dan mereka akan bisa menjalani hidup
dengan lebih bersemangat. Tak ada kekurangan, keterbatasan, kebimbangan,
atau rasa takut; karena mereka menjadikannya sebagai kekuatan. Mereka
telah terbiasa untuk bersikap selektif dalam berpikir, yaitu menerima pikiran
positif dan membuang pikiran negatif.
Seperti yang telah saya utarakan tadi, pikiran positif juga dapat
membangun karakter. Sebaliknya, pikiran yang negatif akan membawa
kehancuran; yang tidak menghasilkan apapun kecuali rasa takut,
keputusasaan, dan kegagalan yang sangat menyakitkan. Jika Anda berpikir positif, maka Anda adalah orang optimis yang tidak akan fokus pada keburukan diri sendiri atau pun orang lain.

Bagaimana seseorang bisa menghilangkan pikiran negatif dalam
hidupnya? Melakukan afirmasi seperti "Saya tidak takut," "Saya bukan orang
lemah," atau "Saya bukan orang gagal." saja tidak cukup. Mengapa? Karena
fokus pada hal positif akan lebih konstruktif. Maka, Anda perlu menghindari
penggunaan kata-kata negatif seperti “takut”, “lemah”, dan “gagal”.
Katakan saja "Saya percaya diri," "Saya kuat," "Saya sukses," dan seterusnya.
Lakukan afirmasi seperti ini dengan penuh semangat dan keyakinan.

Namun Anda harus ingat, bahwa afirmasi harus diikuti dengan
perbuatan nyata. Seseorang bisa saja terus duduk di belakang meja dan terus
menekankan bahwa dia adalah orang sukses, tapi jika dia tak melakukan apa-
apa, pada akhirnya sukses tak akan dapat diraih. Ketika Anda berkata "saya
berani," maka Anda harus mendemonstrasikannya dalam kehidupan nyata.
Meyakini dan mempercayai apa yang Anda afirmasikan itu tidaklah cukup,
melainkan Anda juga harus mempraktikkannya.

Cara lain adalah dengan memfokuskan diri pada potensi Anda.
Mulailah dengan membuat penilaian yang jujur tentang kemampuan diri Anda
sendiri. Namun, Anda harus fokus pada hal-hal yang bisa Anda lakukan.
Jangan fokus pada hal negatif, yaitu kelemahan Anda. Sekali lagi, fokuslah
pada apa yang bisa Anda lakukan, fokuslah pada potensi Anda.


Saya tidak bermaksud agar Anda mengabaikan kelemahan Anda, lho….
Saya beri contoh; Misalnya saja Anda ingin sekali menjadi pemain basket, tapi
Anda terlalu pendek. Jika Anda fokus pada kelemahan Anda, yaitu terlalu
pendek, maka Anda tidak akan mencoba bermain basket. Tapi jika Anda fokus


pada kemampuan Anda, maka Anda akan berusaha. Misalnya saja, Anda bisa
fokus pada kemampuan Anda yang bisa berlari dengan cepat, atau stamina
Anda bagus.


Jadi, bisakah Anda melihat perbedaannya? Jika Anda hanya
memikirkan kelemahan, berarti Anda membiarkan kelemahan tersebut
menentukan hasil yang akan Anda dapatkan. Sebaliknya, jika Anda
memikirkan kekuatan atau kelebihan, maka diri Anda sendiri lah yang
menentukan hasil yang akan Anda dapatkan.


Akhir kata, teruslah berpikir positif, karena "keberanian sejati timbul
dari kesabaran yang terus-menerus". Marilah kita mengarahkan pikiran kita
pada hal-hal besar dan inspiratif. Mari kita mencari inspirasi, sehingga
pikiran besar dari orang lain bisa menjadi milik kita, sehingga kita bisa hidup
dengan potensi kita yang sebesar-besarnya.

Tidak ada komentar:

Laman