Minggu, 01 November 2009

JIN ITU TERNYATA ALIEN !


Di belahan dunia manapun, alam gaib sangat menarik untuk ditelusuri. Berbagai dongeng, legenda dan mitos akan semakin lengkap dan dramatis bila diselimuti oleh hal-hal berbau mistis, gaib dan klenik. Kita mengenal ada Vampire, Frankenstein dan Dracula di Eropa. Kita juga mengenal Vodoo yang sangat berbau mistis di Afrika dan di Arab kita mengenal jin padang pasir, baik itu menemani Simbad atau Aladin juga berbagai legenda lainnya di dunia ini.
Indonesia mungkin salah satu negara paling kreatif dalam menciptakan dan menggambarkan berbagai bentuk penampakan dari dunia lain ini. kita mengenal ada Kuntilanak, Sundelbolong, Genderuwo, Wewek gombel, Pocong, Tuyul, Siluman dan lain sebagainya. Semua itu menjadi cerita rakyat yang sangat sulit dipisahkan dengan kehidupan nyata, sehingga ada anggapan bahwa berbagai penampakan itu akan terus bergesekan dan bercampur dengan kehidupan manusia.
Disaat yang sama, manusia juga dibuat bingung dengan berbagai penampakan yang diidentifikasikan dengan sosok Alien, makhluk laur angkasa yang sering menampakkan dirinya di bumi ini sebagai bentuk kontak dan komunikasi dengan manusia tentang suatu hal. Walalupun banyak orang yang bersikap skeptis dengan penampakkan ini, ternyata gosip seputar keberadaan mereka terus berkembang.
Dalam film “Man In Black” bahkan kita digambarkan berhubungan dengan mereka dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari sama sekali. Dengan kemampuan mereka berubah rupa, wujud dan badan, mereka begitu dekat dengan kita. Lantas adakah hubungannya antara fenomena alam gaib ini yang kita wakili melalui sosok jin dengan makhluk luar angkasa yang kita sebut sebagai Alien?

Dulu hal ini dianggap tidak memiliki hubungan apapun. Jin dianggap sebagai bagian dari hidup manusia itu sendiri sementara alien dianggap kehidupan diluar diri manusia dan dijadikan sebagai pendatang dalam dunia manusia. Kalau jin dihubungkan dengan penampakan berupa makhluk menyeramkan maka alien digambarkan dengan tekhnologi yang tinggi dan hebat serta menunggu waktu yang tepat untuk menginvasi manusia.
Sekarang ada anggapan baru. UFO, alien dan berbagai fenomena yang mereka ciptakan di dunia ini dianggap sebagai wujud dari jin yang menampakkan diri kepada manusia dengan berbagai kelebihan mereka, diantaranya kemampuan mereka untuk bergerak cepat, tidak terlihat, berilmu tinggi bahkan menciptakan tekhnologi tinggi sehingga manusia dibuatnya terheran-heran. Contoh paling gampang adalah misteri segitiga Bermuda. Tempat ini diselimuti dengan berbagai mitos dan legenda yang menceritakan banyak pesawat udara dan laut yang hilang tanpa bekas. Tuduhan dilontarkan kepada alien atau medan magnet. Sekarang ada anggapan kalau tempat itu adalah pusat dari kerajaan Jin yang menguasai dunia gaib.
Mengapa sekarang manusia menghubungkan keberadaan alam jin dengan makhluk luar angkasa? Karena memang kedua hal tersebut begitu misterius dan membuat manusia sering kewalahan untuk mengungkapnya. Belum lagi dampak dari kepercayaan terhadap dua hal tersebut sering membuat manusia yang skeptis merasa sedih dan kecewa karena mempercayai hal yang tidak bisa dibuktikan secara iliah dianggap sebagai penurunan nilai kemanusiaan itu sendiri. Manusia yang diberikan kelebihan akal ternyata masih saja berkutat dengan hal-hal yang tidak penting dan esensi untuk dilakukan. Misalnya masih ada orang yang menyelenggarakan ritual sesajen untuk arwah tertentu, ketakutan pada setan atau sekedar melakukan penyelidikan terhadap keberadaan makhluk asing.

KITA BALIK PARADIGMANYA!
Mengapa juga saya merasa perlu tetap membahasnya kalau memang kedua hal tersebut bukanlah sesuatu yang esensi? Karena saya yakin, apapun dan siapapun dibalik keberadaan dua dunia itu, mereka tetap ada!
Bukan hanya karena dasar keyakinan dari agama saja, namun saya masih merasa kalau manusia ini masih pada taraf minimal untuk bisa merengkuh dan memeluk yang bernama ilmu sejati dan kebenaran hakiki. Terlalu sombong bila saat ini kita membuat sebuah pernyataan dunia lain itu tidak ada hanya karena kita tidak bisa melihatnya. Betapa angkuhnya manusia yang menyatakan bahwa hanya bumilah tempat makhluk hidup satu-satunya. Tanpa bisa membuktikan bahwa pernyataan mereka itu benar kecuali dengan alasan kita belum bisa melihat dan mendengarnya.
Kalau dulu orang menganggap bahwa dunia jin dan UFO itu berlainan, sekarang ada anggapan bahwa Alien itu merupakan bentuk dari penampakan jin, maka sekarang saya memiliki pendapat bahwa yang selama ini kita anggap jin, vampire, dracula atau genderuwo justru mereka adalah alien!

FENOMENA NIBIRU
Dugaan diatas disebabkan karena kedua fenomena ini tidak bisa dijelaskan secara akal namun dapat diperhatikan memiliki kesinambungan antara satu fenomena dengan fenomena lainnya. Teori ini tidak lepas dari berkembangnya sebuah paradigma baru dalam memandang siapa manusia sebenarnya dan darimana manusia berasal.
Planet NIBIRU dan penghuninya telah menjadi buah bibir berbagai kalangan sebagai pencipta umat manusia yang sekarang kita kenal. Sebuah teori yang berkembang mempunyai argumen bahwa Alien atau extraterresterials (ET) telah mengunjungi dan mengamati bumi dan makhluknya sejak jaman purba bahkan sebelum ada mamalia. Alien dapat disebut sebagai Astronot purba, yang sepertinya berperan dalam membentuk sejarah dan nasib ras manusia dibumi.
Gagasan ini dilontarkan oleh seseorang penulis bernama Erich von Daniken, pengarang dari beberapa buku yang populer. Bukunya yang paling laris adalah “Chariot of The Gods”, yang diterbitkan ditahun 1968, ia beranggapan bahwa wahana angkasa luar sudah mendarat jauh sebelum ras manusia modern eksis di bumi.
Pengunjung purba ini menciptakan manusia dari ras monyet purba yang kita kenal sebagai manusia gua atau Neanderthal dengan dna mereka yang lebih maju dan melahirkan manusia baru dan mampu berpikir untuk menciptakan manusia jenis baru yang disebut homo sapiens.
Namun seiring konflik diantara mereka sendiri yang ingin menguasai bumi dan Nibiru telah membuat manusia semakin kuat dan bertambah jumlahnya. Keadaan membuat mereka tidak lagi bisa leluasa menampakkan diri seperti dijaman dahulu. Dimana mereka bisa memperlihatkan dirinya dalam bentuk “tuhan’, dewa atau pemimpin lainnya. Tapi manusia sudah mampu menyingkirkan mereka dan kekuatannya melalui ilmu dan tekhnologi yang diciptakan lalu merubah keberadaan mereka sebagai mitos, legenda dan sekedar dongeng sebelum tidur.
Mereka selama ini hanya bisa bersembunyi ditempat-tempat yang belum didikuasai manusia, belum terjamah manusia atau memang mereka buat seolah tempat itu angker, seram dan misterius. Tujuannya hanya satu, menjaga eksistensi atau keberadaan mereka di bumi sampai waktu dimana mereka bisa memperlihatkan diri kembali dan muncul kembali ke dipermukaan bumi. Dan waktu itu adalah sekitar tahun 2012.
Siklus mereka untuk menampakkan diri memang berhubungan dengan garis edar mendekati tata surya setiap 3.600 tahun sekali. Selama itulah mereka senantiasa bersembunyi di bawah tanah yang selama ini dianggap tidak mungkin, bersembunyi di hutan-hutan yang masih mungkin tidak terjamah tangan manusia, diatas awan yang selama ini kita anggap sebagai kerajaan jin, di segitigiga bermuda yang kita anggap pusat kekuasaan iblis, di Mars yang kita anggap tidak mungkin ditinggali tapi justru menunjukkan hal sebaliknya, di kedalaman laut yang belum bisa kita selidiki.
Untuk menjaga keberadaan mereka, mereka membuat mitos. Menjaga kekuasaan teritori mereka dengan menyebarkan legenda dan berjuta “pamali”, pantangan atau tabu bagi manusia agar manusia tidak terlalu dalam untuk melakukan berbagai kegiatan yang akan menganggu mereka.
Dulu manusia masih bisa ditakut-takuti oleh larangan, pantangan atau tabu tapi sekarang manusia bisa lebih berpikir rasional sehingga mitos dan legenda tidak mampu menahan manusia untuk bertindak. Maka mereka muncul dengan bentuk UFO atau alien.
Dan salah satu sisa dari mitos dan legenda ini adalah adanya JIN atau IBLIS!
IBLIS digambarkan sebagai lawan tuhan dalam hidup dan kehidupan manusia. Iblis digambarkan sebagai penentang kekuasan tuhan dan mengajak manusia untuk mampu melepaskan diri dari dominasi tuhan. Iblis memiliki kaki tangan dari kalangan jin dan syetan untuk menggoda manusia.

Tapi tahukah kita, kalau tuhan saja merupakan manifetasi para penghuni Nibiru, berarti iblis pun tak lebih dari mereka, hanya berbeda pandangan dan berencana merebut kekuasaan mereka dari benak manusia. Jadi masalah tuhan dan ibllis tidak lebih dari perebutan kekuasaan antara satu alien dengan alien lainnya.
Dengan kemajuan tekhnologi yang mereka miliki, mereka mampu untuk mengelabui manusia seolah mereka adalah jin yang bisa menghilang, terbang atau membuat teror kepada masyarakat sekitar. Padahal mereka tidak akan melakukan hal tersebut kalau saja manusia tidak menganggu keberadaan mereka.
Berbagai alat dari tekhnologi tertinggi mereka di bumi ini mampu membuat manusia terheran-heran dan menganggap bahwa mereka adalah jin. Manusia akan dengan mudah menganggap mereka jin karena kemampuan manusia untuk bisa memahami tekhnologi mereka masih sangat terbatas.
Misalnya jin mampu bergerak cepat, bisa menghilang, bisa membuat angin dan cuaca berubah dalam seketika, bisa menjelma menjadi berbagai macam bentuk telah mampu membius manusia untuk percaya akan keberadaan jin. Itu penting supaya keberadaan mereka sebagaii makhluk asing tidak terganggu oleh rasa kepenasaran manusia itu sendiri. Manusia ditenggelamkan dalam kepercayaan akan dunia jin ketimbang keberadaan mereka yang sebenarnya. Karena jin adalah sosok yang tidak bisa diidentifikasikan kedalam sebuah wujud nyata, sementara mereka jelas adalah makhluk yang tidak berbeda dengan kita namun memiliki kelebihan dalam ilmu dan tekhnologi semata.
Di Indonesia kita mengenal legenda Nyi Roro Kidul sebagai penguasa lautan. Namun percayakah kita akan hal itu? Adakah bukti nyata tentang keberadaan siluman lautann itu? Tidak! Tapi kita terus mempercayainya karena berbagai peristiwa yang mereka bikin semakin menggelamkan kita untuk mempercayainya, seperti peristiwa alam, tenggelamnya manusia atau sekedar sedikit goncangan gempa. Padahal bisa jadi, lautan Indonesia tidak lebih dari tempat para penghuni Nibiru ini tinggal di bumi.
Laut, udara, dasar bumi atau gunung tidak akan menjadi halangan bagi mereka untuk tinggal karena mereka memiliki ilmu dan tekhnologi yang bisa membuat hal tidak mungkin bagi manusia menjadi sangat mungkin bagi mereka. Kita telah menonton banyak film yang menunjukkan bahwa tempat-tempat tersebut memang bisa ditinggali.
Begitu juga adanya budaya yang menyatakan bahwa ditempat merekalah pertama kali manusia diciptakan. Tidak mustahil dulu banyak adam-adam yang dilahirkan oleh penghuni Nibiru dan itu memungkinkan manusia untuk dilahirkan atau diciptakan diberbagai tempat. Sehingga sah-sah saja setiap budaya mengklaim sebagai tempat lahirnya manusia pertama di muka bumi.
Nah, bagaimana? Menarik untuk disimak?
Mudah-mudahan kita tidak lagi takut dengan hantu, jin dan segala bentuk mereka. Karena ternyata mereka tidak lebih dari makhluk berdaging, berdarah dan bernyawa seperti kita namun memiliki kelebihan tekhnologi.
Semoga!
Bandung, 31 Oktober 2009

Tidak ada komentar:

Laman