KEMATIAN YANG MERINDUKAN
“Pa…mama hanya ingin bertanya ama papa. Jangan salah sangka ya….!” Bisik Nadna kepada suaminya. Rabi. Disela pelukannya Rabi sudah bisa membaca arah pembicaraan yang akan dikatakan isterinya. Rabi mencoba diam. Menghindari untuk berkomentar karena khawatir hal itu akan menyebabkan suasana malam yang indah ini berubah menjadi panas. “Papa jujur ya….! Selama ini papa setia kan ama mama? Papa ngga pernah boongin mama khan? Soalnya mama mau bilang, kalau papa suka ama cewek lain, lebih baik papa jujur aja deh, biar mama yang mengalah dan meninggalkan papa. Anak-anak biar mama yang ngurus. Papa ngga usah mikirin mereka, mama yang akan menanggung semuanya. Papa silakan pergi dengan cewek yang papa sukai itu….”. malam semakin dingin diluar sana. Namun di kamar itu cuaca memang berubah menjadi panas karena aktivitas mereka. Beberapa menit yang lalu. Rabi tetap diam. Rabi merasa salah tingkah. Apa yan...