Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

TENTANG REINKARNASI

Ini semata-mata ulasan seorang manusia yang selalu dirundung kegelisahan akan makna kehidupan. Mohon maaf bila tulisan ini agak mencolek rasa dan akal sebagian kepercayaan. Tanpa melihat latar belakang agama, ras dan keyakinan, saya hanya mencoba menjawab sendiri, pertanyaan dari saya sendiri. Mohon maaf khususnya kepada penganut agama Hindu yang meyakini adanya reinkarnasi, apabila ulasan saya ini tidak pada tempatnya dan ada ulasan yang tidak sesuai dengan ajaran yang sesungguhnya. --------0000-------- Saya sering bertanya, kejamkah Tuhan? Tuhan sudah mentakdirkan kita untuk dilahirkan kedunia ini tanpa diberikan pilihan. Bagiku ini saja sudah merupakan siksaan terberat dibandingkan tidak dilahirkan sama sekali. Bukan karena sudah terlanjur dilahirkan saya berkata ini. Tapi lebih karena…setelah kelahiran ini, menjalani kehidupan dengan segala pilihannya, lalu dalam beberapa tahun harus menjemput kematian. Selesai? Ternyata tidak….masih ada kehidupan yang lain. Syorga dan ne...

GOLPUT HARAM? Cape...deh....!

Maaf, pengetahuan saya tentang agama memang tidak semendalam orang lain, namun sandaran saya keyakinan akan logisnya Islam sebagai agama. Oleh karena itu maka, hanya dengan melandaskan pada logika, saya yakin pandangan saya tidak menyimpang dari Islam. Golongan putih dalam pemilu di Indonesia terbagi menjadi dua kelompok besar, pertama yaitu golput atas ketidaktahuan dan ketidaksadaran , kedua golput atas kesadaran dan pengatahuan. Mungkin golongan pertama inila yang merupakan golongan terbesar. Golongan putih atas ketidaktahuan dan ketidaksadaran adalah mereka yang tidak terlibat pemilu karena alasan tidak tahu dan tidak mau tahu. Pasivitas mereka lebih didasarkan pada ketidakmauan untuk terlibat karena ada yang lebih penting untuk dikerjakan, misalnya berdagang atau menjadi sopir angkot. Bagi golongan ini, pemilu bukanlah sebuah peristiwa yang menjadi penentu keberlanjutan hidup mereka, pemilu hanyalah peristiwa kenegaraan biasa seperti halnya peringatan hari kemerdekaan. Inil...

VALENTINE, MENGAPA DITOLAK?

Ah...masyarakat Indonesia memang selalu latah budaya dan gagap pendapat. Ketika televisi merebak dan menayangkan gegar budaya barat, maka kemudian masyarakat Indonesia pun meniru, dengan mentah dan tanpa saringan yang memadai. Kita tidak pernah sesaat untuk merenungkan setiap nilai dari budaya yang datang ke negeri ini. Makanan, pakaian, sistem sosial, perayaan dan lainnya begitu kentara dilakukan tanpa mampu melakukan penyesuaian dengan nilai dan budaya yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia. Misalnya dalam meniru gaya pakaian, tidak semua pakaian yang cocok dikenakan orang Amerika atau Eropa dapat cocok dipakai orang Indonesia, tapi dengan kecerdasan perancang busana, pakaian barat menjadi enak dipandang ketika dipakai di Indonesia. Tapi masih ada juga yang secara mentah meniru dan memaksakan dipakai di tengah masyarakat yang masih lekat dengan tata nilai kesopanan leluhur, sehingga terkesan jauh dan terpisah dalam tata pergaulan masyarakat. Ada hal yang penting ketika berbica...

RINDUKU TAK TERTAHAN

Rindu ku bersembunyi malu dibalik tirai angin mengalun dalam sepi………… Tahukah kamu apa yang ada dalam sukmakku ? Membayangkanmu lari dari dekapan birahi dan berganti dengan sejuta kasih????? Kalau saja itu ada Aku menjemput dengan sukacita Kalu saja itu semua tak ada Maka Aku mati dalam nestapa bandung, 23 Januari2006