Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2010

SEMUANYA UNTUK KALIAN!

Gambar
Teddy sudah siap berangkat kerja. Tas koper hitam yang berisi materi rapat untuk presentasi hari ini sudah yakin dia masukan dan dicek berulang kali. Hasil kerjanya semalam suntuk bisa dia banggakan kali ini. Semua kemampuannya dalam menjalankan berbagai program komputer telah maksimal dia keluarkan. Hari ini dia harus menemui kliennya untuk sebuah proyek besar diperusahaannya. Sebuah tender pembangunan gedung pemerintah harus dia usahakan menjadi proyek diperusahaannya. Tender besar, pikir Teddy. Keberhasilannya meyakinkan klien menjadi batu loncatan baginya untuk menjejakkan karier yang lebih tinggi. 4 tahun dia menunggu kesempatan ini datang. Dan akhirnya saat itu tiba! Beberapa kali dia meyakinkan dirinya telah tampil luar biasa. Pakaian baru yang dibelinya kemarin semakin meneguhkan keyakinan dan tekadnya untuk tampil luar biasa. Materi yang harus dikuasainya telah dia persiapkan seminggu lamanya. Kini dia siap keluar kamarnya. “Wuih…papa cakep sekali…kaya waktu me...

KALIAN KERJA UNTUK SIAPA?

Gambar
“Pa… besok mama mau mengikuti international conference yang bertemakan tentang menolak kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan manusia di Makasar”. Aku tetap makan dan bertingkah seperti tak mendengar apa-apa. Acara makan malam ini adalah untuk yang kesekian kali selama aku merasakan pentingnya kehadiran mereka. Tiga bulan sekalipun belum tentu kami bisa makan malam lengkap sekeluarga seperti malam ini. Adikku malah tak ingin peduli dengan obrolan mereka. “Hmmm…ya. Kebetulan bapak juga lusa harus ke Amerika untuk mengolah rancana bantuan kesehatan untuk penduduk Palestina dan Kirghistan. Pergolakan disana sudah keluar batas-bats kemanusiaan” sambut papa. Aku menyuapkan makanan terakhir yang ada dipiring, lalu pamit untuk masuk kamar. Terdengarsayup-sayup suara mereka sedang membicarakan masalah yang sedang berdengung dikeramaian dunia ini. Dimata mereka, seolah masalah dunia ini akan selesai dengan kehadiran mereka dimana-mana. Kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan ...

INI YANG KETIGA KALI

Gambar
“Aku tahu ini sudah yang ketiga kali Mas marah padaku. Kemarahan karena lelaki itu…tapi Mas harus tahu aku tidak memiliki perasaan apapun pada dia…!” sergah Sarah. Tatapannya seolah ingin membuktikan tentang perasaan yang sebenarnya. “Terserah…yang Mas tahu kamu terus melakukan sesuatu yang bisa membuatku cemburu besar. Mas ngga pernah mengerti apa yang ada dalam benak kamu ketika melakukan hal yang sama padahal kamu tahu itu semua akan membuat Mas marah kan?” jawab Surya. Ucapannya terasa sangat dingin. Suara seorang laki-laik yang sedang digempur rasa cemburu. Suara keputusasaan terhadap dirinya yang tidak bisa berbuat apapun. Taman itu menjadi terasa sangat panas, padahal rimbunan pepohonan sanggup menahan terik matahari siang itu. Siang yang sangat cerah benar-benar tidak berpihak pada mereak berdua. Sesaat mereka terdiam. Lalu lalang beberapa rekan kerja, mereka tidak pedulikan. Tatapan mereka jelas tidak menunjukkan sebuah keberpihakan. “Massss…aku ngga bisa ngomong...

INGIN DENGAN PAPA

Gambar
Setelah mengganti pakaian kerjaku dengan kaos oblong, aku langsung mengambil rokok diatas televisi. Tadi pagi aku lupa membawanya ke kantor sehingga kini, ingin kulampiaskan semuanya. “Bu, korek apinya mana? Selalu aja kalo mau dipakai ngilang tiba-tiba?” seruku kepada isteri yang sedang sibuk mencuci piring. “Diatas buku yang ayah baca kemarin!” teriak isteriku. Untuk urusan barang dan kerapihan, isteriku nomor wahid. Bahkan setiap barang yang tak mampu aku temukan, dalam hitungan detik….ziiiip tiba-tiba sudah ada ditangannya. Ajaib! Lalu aku menuju ruang tamu. Asbak sudah ada disana bekas tadi malam. Aku segera menyalakan rokokku. Baru dua hisapan, anakku yang laki-laki bangun. “Ibuuuuuu….ayah udah pulang ya…?” teriaknya. Tanpa menunggu jawaban dari ibunya, Alby langsung menuju kerarahku. “ayah…ayah tadi Alby Jatuh lho..!” sambil menunjukkan lututnya yang tertutup Tensoplast bergambar mobil kesukaannya. “Iya udah, Alby sekarang ke ruang tengah dulu ya, khan ayah lag...