Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

Kosong dan Hening

“Seandainya kamu hanya melihat apa yang ditampakkan oleh cahaya dan hanya mendengar apa yang dibunyikan oleh suara, maka sebenarnya kamu tidak melihat dan mendengar apapun” (Khalil Gibran) Pernahkah sesaat kita sembunyi dari cahaya dan suara? Menjebakkan diri dalam kegelapan dan keheningan sejati ? Sadarkah bahwa hakekat kehidupan itu adalah kosong dan hening ? Badan kita terdiri dari sel dan atom, dimana diantara kedua zat tersebut ada ruang kosong yang lebih besar ketimbang sel atau atom itu sendiri. Atom adalah neutron yang dikelilingi proton dan elektron, dan diantara ketiganya justru kekosongan itu yang menyelimuti ! Bukankah bumi ini hanyalah setitik debu di padang pasir alam semesta yang tidak terbatas. Dan di alam semesta, ruang kosong jauh lebih luas ketimbang zat padat,planet, matahari, bulan dan galaksi itu sendiri ! Lantas mengapa kita begitu senang terjebak dalam keramaian dan gemerlap cahaya yang menipu? Sementara dulu kita menangis dilahirkan karena kehilangan hening ...

“TUHAN” ITU TIDAK ADA

Hati-hati dengan judul diatas! Saya yakin akan banyak protes bila hanya melihat judulnya saja! Pernahkah kita mendengar ada dua golongan bertengkar karena keduanya mengatasnamakan TUHAN? Mereka dari golongan agama yang sama, dengan Tuhan dan Nabi yang sama. Lantas apa yang mereka permasalahkan sampai harus berlomba mencabut nyawa dari saudara-saudara sendiri? Apakah Tuhan memang harus dibela dengan darah? Apakah memang itu tujuan Tuhan menciptakan manusia dengan segala fitrahnya ? Apakah Tuhan tidak sanggup membuat dunia ini satu jenis warna kulit manusia, satu bangsa, satu bahasa, satu agama dan satu simbol Tuhan? Bagaimana kalau sekarang kita tinggalkan Tuhan sebagai simbol namun menjadikannya kesadaran bahwa kita berasal dari satu Tuhan, siapapun Dia! Bagaimana kalau kita berhenti memperlakukan Tuhan sebagai anak kecil yang menunggu dibela dan merengek meminta permen umat yang lainnya. Berhentilah menganggap Tuhan sebagai Akuntan yang terus menghitung manusia dari sudut ...

Kenapa Harus Aku?

berjalan dipinggir trotoar.... merangkak di sisi jalan... berguman.... mmmmmmhhhhh....kenapa aku tuhan....? kau sandarkan dunia ini dipundakku padahal gunung, laut dan padang pasir saja tak kuat menahannya! sekarang aku akan hilang dan musnah tanpa sisa... dalam hitungan detik! meninggalkan luka...
BEKERJALAH KARENA TUHAN Kalimat diatas terasa sangat hambar dan asing ditelinga kita saat ini! Tapi serius...kata itu terilhami oleh sebuah cerita nyata yang dialami sahabat, keponakan, rekan seperjuangan, menantu dari Nabi Muhammad SAW yaitu Ali Bin Abi Thalib. ”ketika Ali bertempur dengan salah satu lawannya dan lawannya tersebut sudah jatuh dan terdesak, Ali menodongkan pedangnya dan hanya tinggal mengayun pedang untuk memenggal kepala lawannya itu. Beberapa saat sebelum mengayunkan pedang, lawannya meludahi wajah Ali. Anda bisa bayangkan apa yang dilakukan Ali? Ternyata Ali menurunkan pedang dan pergi meninggalkan lawannya. Lawannya terkejut dan bertanya, ”kenapa engkau meninggalkan aku pada saat kau dalam posisi menang, bahkan aku meludahi wajahmu...? Ali menjawab,”tadi aku hendak membunuhmu karena Allah, tapi setelah kau meludahiku...aku khawatir aku membunuhmu bukan karena Allah tapi karena hawa nafsuku...!!!” Bayangkan...! Beliau begitu hati-hati untuk bertindak karena kh...